Manusia Maju


Manusia dikatakan maju jika apa dan bagaimana?

Kebanyakan orang menilai manusia maju karena tinggal di negara A, B, atau C. Sebaliknya, manusia tidak maju karena di negara D,E, dan F tidak seperti negara, A,B, dan C.

Jika standar kemajuan manusia diukur dari capaian teknologinya, itu tidak salah. Tetapi tidak berarti negara yang teknologinya maju, maju seluruhnya.

Indonesia, apakah negara maju atau berkembang? Baca lebih lanjut

Iklan

Milenial, Latihan Berpikir, Yuk!


Perkara apa yang sulit hari ini? Kalau pertanyaan ini diajukan kepada Rocky Gerung, jawabannya mungkin satu kata saja, yaitu, “Berpikir.”

Ketika orang Yahudi menolak Nabi Muhammad dan mendustakan Al-Qur’an, Allah mengatakan kepada mereka, “Apakah kalian tidak berpikir!”

Kemauan berpikir memang tidak default di dalam diri anak Adam. Hanya mereka yang benar-benar mau yang akan benar-benar berpikir.

Coba lihat, bagaimana kebenaran ditolak oleh orang? Rata-rata bukan dengan argumen, tetapi kekuatan fisik, kekuasaan, dan harta. Baca lebih lanjut

Bangun Masa Depan dengan Kebaikan Hari Ini


Ada banyak orang senang sekali bicara impian, bahkan tidak sedikit yang begitu yakin dengan janji masa depan dari seseorang, tanpa lagi menggunakan rasionalitasnya secara kritis.

Akibatnya, tanpa sadar tidak sedikit orang melupakan hari ini. Melupakan tanggungjawab hari ini sebagai pemangku kebijakan strategis suatu negeri. Melupakan kewajiban penting hari ini sebagai pelajar. Bukan banyak belajar, tapi yakin dengan janji dari kolega orang tua yang akan menyiapkan kedudukan.

Kondisi tersebut sebenarnya bisa dikategorikan sebagai tragedi akal sehat. Dimana manusia rela menggadaikan hari ini untuk esok yang belum pasti. Baca lebih lanjut

Hidup dan Politik


Hidup itu terus berjalan, apapun yang terjadi. Manusia sehari-hari butuh makan, minum, rumah, pakaian, sekolah, kesehatan, transportasi dan lain sebagainya.

Itulah mengapa di luar kota besar, kehidupan masyarakat biasa saja. Mereka tak tersentuh euforia politik seperti kehebohan di media sosial.

Politik, sebenarnya sisi strategis di dalam kehidupan, terutama kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Tetapi, politik di Indonesia hari ini, masih banyak menampilkan sisi keriuhan daripada kecerdasan yang seharusnya. Baca lebih lanjut

Optimalkan Waktu


Mengoptimalkan waktu bukan perkara mudah. Secara bahasa, optimal berarti kita melakukan sesuatu sampai pada posisi tertinggi.

Berarti, mengoptimalkan waktu memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif sebaik mungkin. Kalau ibarat gas motor, ya 100 km/jam 🙂

Tapi ini tidak mudah, karena di zaman now, orang menghadapi banyak gangguan. Mulai dari smartphone, sampai pada pilihan diri menjalani hari demi hari.

Weekend misalnya, sebagian banyak yang menggunakan waktu di depan gadget. Sebagian ada yang suka nongkrong di cafe dengan menghabiskan uang sampai satu juta rupiah. Baca lebih lanjut

Panglima Besar Jenderal Sudirman


Kuasa Allah Ta’ala, usai menemani rekan menjalankan tugas tinjauan ke Ciomas Bogor, Allah memudahkan langkah kami untuk menghadap-Nya pada waktu Dzuhur di Masjid Jenderal Sudirman yang berada di Kota Bogor.

Muncul kesan nyaman dan tenang memasuki masjid tersebut. Selain nampak bangunan baru, masjid tersebut terkelola dengan sangat rapi, bersih, dan asri.

Usai menjalankan rangkaian kewajiban, saya menyapu setiap sudut masjid yang menenangkan itu, sampai akhirnya tibalah pandanganku pada sebuah jendela sisi kiri belakang yang terbuka, membuatku terpaku pada sebuah sosok Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam bentuk patung.

Pikiranku melayang ke masa sekolah, mengingat sosok pejuang dan pahlawan tangguh tersebut. Dalam kondisi sakit, ditandu, tetap memimpin perjuangan tentara melawan penjajahan Belanda.

Sekarang, adakah sosok penduduk Indoensia, yang terdidik, yang diberi kesempatan memimpin benar-benar meneladani sepak terjang beliau mempertahankan setiap jengkal tanah Indonesia? Baca lebih lanjut

Kata dan Integritas


Sisi yang menarik dan ramai dibahas netizen, terutama di twitter adalah soal integritas Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang belakangan mulai memancing keraguan banyak pihak.

Saya tidak akan mengulasnya dari dimensi politik yang memang sangat panas dan sengit. Bukan tidak mau, tapi biarlah itu dimainkan oleh para pemain politik itu sendiri.

Saya masih sangat meyakini jalan terbaik membangun bangsa ini melalui politik nilai, sehingga agak sulit saya melibatkan diri dalam politik praktis. Sekalipun di pemilu 2019 saya memilih akan ikut nyoblos 🙂

Ok, kembali ke soal integritas. Secara umum dapat dipahami bahwa integritas adalah sikap konsisten antara tindakan dengan kata (ucapan), nilai dan prinsip (kebenaran).

Dalam bahasa Rocky Gerung di ILC semalam (8/1/19) integritas sangat perlu diuji, karena dari integritas itulah lahir sikap netral. Netral berarti memiliki independensi, sehingga tidak di dikte oleh siapapun. Baca lebih lanjut

Mau Maju dan Unggul, Ini Kuncinya!!!


Jum’at berkah pekan ini, benar-benar surprise, saya dijadwal dengan beragam kegiatan yang berhimpitan, tetapi, masya Allah, kasih sayang-Nya, satu di antaranya batal, sehingga secara fisik, mobilitas saya bisa dikurangi, lumayan buat hemat energi 🙂

Sahabat, dalam situasi yang seperti itu, tingkat konsentrasi saya sempat down, bagaimana tidak, tas kamera yang saya bawa, saya kira ada di rumah. Dan, saya telpon bidadari di rumah, tidak ada. Beberapa detik kemudian saya sadar, oh, yang saya tanyakan ada di punggung saya 😀

Lepas itu, saya di kereta, dan kembali ada yang menarik. “Mas, acara dicancel.” What!!! ini sudah di kereta…

Tapi, Allah Maha Mengatur. Dengan sedikit mempercepat langkah, setiba di Kalibata saya langsung ke masjid. Subhanalloh, sekalipun padat, jalan saya berwudhu sampai mendapatkan tempat sholat sunnah begitu mudah.

Singkat kata, khotib pun memulai khutbahnya. Tak seperti umumnya, khotib ini cara bicaranya slow tapi jelas. Narasinya memang soal tazkiyah tapi kalimat-kalimatnya nendang banget. Baca lebih lanjut

Syukur


Kata ini penuh arti, akrab di hati, familiar di akal, tapi seringkali jauh dari tindakan.

Kalau di smartphone ada istilan sinkronisasi, mungkin kata inilah yang belum ada di dalam instalasi sistem kesadaran kebanyakan kita, sehingga syukur itu selalu menarik dikaji namun tak mudah menjadikannya sebagai jati diri.

Ketika seseorang hidup dengan kekurangan tertentu, sehingga mesti menggunakan suatu alat, yang alat itu tidak lazim dalam kehidupan publik, ia merasa minder, pada akhirnya, sedikit demi sedikit mulai “menyalahkan” Tuhan.

Padahal, sebuah kekurangan Allah hadirkan dalam diri seseorang bukanlah tanpa kebaikan. Pertama, dengan kekurangan itu kita bisa mengikis apa yang dikenal dengan ego, kesombongan, atau thogo dalam bahasa Alquran. Sebuah istilah yang menggambarkan seseorang terlampau merasa bisa segalanya. Baca lebih lanjut

Berpikir Melampaui Kedisinian


Sahabat, dalam kesempatan ini saya ingin mengajak kita semua sedikit berpikir, mengapa manusia melihat yang utama, yang menguntungkan, dan membahagiakan adalah ketika mendapatkan apa-apa berupa materi.

Misalnya, dapat uang, dapat jabatan, dapat hadiah, dan lain sebagainya.

Padahal, sebagai Muslim semua kriteria positif hanya akan sampai pada tingkat hakikinya, manakala bersumber dan berakhir pada ridha Allah Ta’ala.

Misalnya, ketika seseorang dapat mendirikan sholat, belum tentu ia merasa beruntung, termasuk ketika menginfakkan sebagian hartanya, juga belum tentu merasa bahagia, apalagi beruntung. Kenapa, ada iman yang dibutuhkan. Baca lebih lanjut