Tantangan Terberat Hidup Seorang Muslim


Hidup yang paling inti dan manusia kerap berguguran adalah ketika harus menerima apapun dalam rangkaian kehidupan ini adalah ikhlas. Inilah tantangan terberat dalam hidup yang dialami setiap insan beriman.

Fudhail ibn Iyadh berkata, meninggalkan suatu amal karena orang lain adalah riyaโ€™. Sedangkan beramal karena orang lain adalah syirik. Adapun ikhlas adalah ketika Allah menyelamatkanmu dari keduanya.

Ada kisah menarik dalam salah satu hadits Nabi mengenai hal ini.

Rasulullah SAW mengisahkan tiga orang Muslim di hadapan mahkamah Allah SWT kelak.

Hadits dari Abu Hurairah yang diriwayatkan Imam Muslim, An-Nasa’i, Imam Ahmad dan Baihaqy ini meriwayatkan, ada seorang mujahid, seorang alim, dan seorang dermawan. Bukan surga yang diperoleh, justru neraka yang didapat ketiganya. Baca lebih lanjut

Iklan
By Imam Nawawi Posted in Hikmah

Mengambil Manfaat dari Waktu


Waktu itu seperti buah atau makanan, akan bermanfaat jika kita ambil (konsumsi) secara tepat dan penuh kesungguhan.

Mengapa banyak orang di dalam hidupnya galau, sedih, dan tidak bahagia? Itu bukan dia tidak punya harta, tapi karena gagal mengambil manfaat dari waktu.

Usai sholat Shubuh berjamaโ€™ah, saya ajak duduk keponakan dari Balikpapan untuk membaca dua hingga empat hadits. Setelah membaca saya ajak untuk latihan mengambil hikmah di dalamnya. Ternyata ia tidak bosan, bahkan cenderung tidak mau berhenti terlalu cepat dalam pembelajaran yang spontanitas itu. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Hikmah

Apa yang Bertambah?


Saat seseorang telah memandang indah keburukan, maka berpikir negatif, bertindak salah, arogan, sewenang-wenang, culas, dan semaunya sendiri akan menjadi perbuatan yang harus dalam pandangan hidupnya.

Demikianlah perilaku-perilaku orang yang menutup diri dari cahaya Islam. Mereka akan sangat terganggu dengan kehangatan cahaya iman, kaki dan tangan mereka ‘gatal’ setiap kali mendapati kebenaran terus-menerus ditebarkan di muka bumi.

Tipe manusia demikian tidak bisa hidup senang kecuali dengan menumpas kebenaran, membungkam pengusung kebenaran, dan menjelek-jelekkan kebenaran itu sendiri.

Akan tetapi, benarkah mereka akan sampai pada kebahagiaan dengan terus memperturutkan kegelapan hatinya itu? Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Hikmah

Berjumpa Anak Penggemar Imam Nawawi


Takdir Allah selalu tak terduga, seperti hari ini, Kamis, 28 Maret 2019, secara mendadak saya diminta mendampingi pertemuan BMH dengan Gaze Destek Dernegi (GDD) atau Gaze Destek Association yang berkantor pusat di Istanbul Turki.

Direktur Utama GDD Abdalmajed Alaloul menjelaskan bahwa sejauh ini GDD fokus menjalankan beragam program pembangunan di Gaza.

Tapi lepas dari bahasan dalam pertemuan, ada suatu hal yang menarik, yang saya kira bagus juga dishare ke sahabat semua.

Begitu berjabat tangan pertama, kami memang belum sempat berkenalan, beliau hanya bertanya, “Kaifa haluk.”

Namun, setelah sesi pertemuan berakhir, sesaat sebelum meninggalkan ruang pertemuan, beliau bertanya nama saya. Begitu tahu nama saya Imam Nawawi, semua terkagum-kagum. Jelas itu karena beliau-beliau ingat akan sosok ulama yang sangat terkenal. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Hikmah

Cahaya Islam


Islam adalah risalah para Nabi dan Rasul. Sejak awal umat manusia hadir di muka bumi telah banyak Nabi dan Rasul diutus, lengkap dengan mukjizat luar biasa yang seharusnya manusia mau dan mampu memahami.

Akan tetapi, tidak demikian faktanya. Sudah menjadi sunnatullah, selalu ada yang benci dan sangat ingin memadamkan cahaya Islam di muka bumi ini.

Lihatlah teroris di Selandia Baru yang memberondong jama’ah Sholat Jum’at dengan peluru. Apa target utamanya? Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Hikmah

Rahmat Allah dalam Perjalanan


Manusia punya keinginan, tetapi Allah punya Rahmat. Kasih sayang-Nya terlimpahkan kepada segenap makhluk-Nya. Dan, semua keadaan diciptakan agar kita dapat mengambil pelajaran.

Rahmat itu juga mengiringi perjalananku dari Jakarta-Lampung dan Lampung-Jakarta. Hujan turun memberikan kebahagiaan bagi kehidupan. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Hikmah

Berkhidmat


Kata “berkhidmat” begitu sering kudengar dan kutulis beberapa bulan silam. Kini, kata itu membawaku pada Medan yang sebenarnya tak asing dalam hidupku, namun ini perdana di 2019. Saat kulangkahkan kaki, banyak kejadian dan kegiatan mengiringi.

Mulai dari pemakaman Ustadzah Muslimah di Depok, pertemuan sohib Syabab dengan jaringan dari Malaysia, dan masih banyak lagi lainnya. Termasuk, menemani anak sholeh di rumah sebelum berangkat ke terminal Damri di Margonda. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Hikmah

Akal dalam Kehidupan


Di sebuah negeri pernah terjadi satu peristiwa dimana penguasa dan seluruh orang yang berada di posisi strategis selalu memaksakan kehendaknya kepada orang lain.

Mereka berpikir demikian karena merasa memiliki kuasa, sehingga siapapun bisa ditundukkan dengan kekuatan harta, kedudukan, atau pun ancaman hukum.

Suatu waktu, penguasa itu harus terseret pada situasi dimana dirinya harus menang dengan sosok pemuda yang hanya punya tongkat di tangannya.

Ia harus memanggil para ahli di bidang sihir, karena ia menuduh sang pemuda bertongkat itu sebagai tukang sihir. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Hikmah

Optimis


Optimis itu seperti oksigen bagi paru-paru, sangat penting bagi kehidupan dan kesehatan tubuh.

Meski demikian, tak banyak orang mau dan berhasil hidup dengan optimis. Ada beragam fakta dan data yang mengantarkan mereka mengambil kesimpuan sebaliknya, pesimis.

Mulai tidak ada modal, tidak ada peluang, hingga akhirnya tidak ada jalan.

Padahal, di dalam hidup, kekacauan dan logika selalu berhimpitan, mencari ruang terbesar di dalam diri setiap manusia.

Beruntunglah orang yang jiwanya masih ada keimanan, sehingga logika akan selalu siap menghadapi kekacauan yang ada. Bukan disikapi dengan pesimis, tapi gairah optimisme. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Hikmah

Bahagia


Saat pagi engkau bisa sarapan, ditemani senyum istri dan anak, maka sesungguhnya engkau telah menggenggam dunia. Engkau pantas dan telah menjadi insan yang berbahagia.

ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽูู’ู„ูŽุญูŽ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ูŽ ูˆูŽุฑูุฒูู‚ูŽ ูƒูŽููŽุงูู‹ุง ูˆูŽู‚ูŽู†ู‘ูŽุนูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูู…ูŽุง ุขุชูŽุงู‡ู

โ€œBeruntunglah orang yang berislam, dikaruniai rezeki yang cukup, dan dia dijadikan menerima apa pun yang dikaruniakan Allah (kepadanya).โ€ (HR. Muslim).

Kehidupan dunia, sebagaimana kita ketahui, semuanya fana. Pangkat, jabatan, tempat tinggal, popularitas atau apapun, semua akan hilang, atau kita tinggalkan karena telah sampai ajal yang Allah tentukan. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Hikmah