Akal dalam Kehidupan


Di sebuah negeri pernah terjadi satu peristiwa dimana penguasa dan seluruh orang yang berada di posisi strategis selalu memaksakan kehendaknya kepada orang lain.

Mereka berpikir demikian karena merasa memiliki kuasa, sehingga siapapun bisa ditundukkan dengan kekuatan harta, kedudukan, atau pun ancaman hukum.

Suatu waktu, penguasa itu harus terseret pada situasi dimana dirinya harus menang dengan sosok pemuda yang hanya punya tongkat di tangannya.

Ia harus memanggil para ahli di bidang sihir, karena ia menuduh sang pemuda bertongkat itu sebagai tukang sihir. Baca lebih lanjut

Iklan
By Imam Nawawi Posted in Hikmah

Optimis


Optimis itu seperti oksigen bagi paru-paru, sangat penting bagi kehidupan dan kesehatan tubuh.

Meski demikian, tak banyak orang mau dan berhasil hidup dengan optimis. Ada beragam fakta dan data yang mengantarkan mereka mengambil kesimpuan sebaliknya, pesimis.

Mulai tidak ada modal, tidak ada peluang, hingga akhirnya tidak ada jalan.

Padahal, di dalam hidup, kekacauan dan logika selalu berhimpitan, mencari ruang terbesar di dalam diri setiap manusia.

Beruntunglah orang yang jiwanya masih ada keimanan, sehingga logika akan selalu siap menghadapi kekacauan yang ada. Bukan disikapi dengan pesimis, tapi gairah optimisme. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Hikmah

Bahagia


Saat pagi engkau bisa sarapan, ditemani senyum istri dan anak, maka sesungguhnya engkau telah menggenggam dunia. Engkau pantas dan telah menjadi insan yang berbahagia.

ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽูู’ู„ูŽุญูŽ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ูŽ ูˆูŽุฑูุฒูู‚ูŽ ูƒูŽููŽุงูู‹ุง ูˆูŽู‚ูŽู†ู‘ูŽุนูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูู…ูŽุง ุขุชูŽุงู‡ู

โ€œBeruntunglah orang yang berislam, dikaruniai rezeki yang cukup, dan dia dijadikan menerima apa pun yang dikaruniakan Allah (kepadanya).โ€ (HR. Muslim).

Kehidupan dunia, sebagaimana kita ketahui, semuanya fana. Pangkat, jabatan, tempat tinggal, popularitas atau apapun, semua akan hilang, atau kita tinggalkan karena telah sampai ajal yang Allah tentukan. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Hikmah

Pantun Peneguh Hati


Burung merpati hinggap di pohon
Daunnya rindang buahnya lebat
Kalau hati ingin ditolong
Perbanyak dzikir perkuat taubat

Hati memang tak terlihat, tapi banyak kata yang tak bisa dipisahkan dari hati. Galau, bahagia, susah, senang adalah gambaran tentang kondisi hati anak Adam.

Namun terlepas dari suasanai hati, ada yang penting kita pahami. Yaitu perihal kondisi hati.

Ada qalbun salรฎm (hati yang selamat; sehat); qalbun mayyit (hati yang mati); dan qalbun marรฎdh (hati yang sakit). Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Hikmah

Berlapang Dada


“Apa yang membuatmu bersedih,” begitu Erwin menanyakan sahabatnya yang malam itu terlihat murung sekali.

“Saya ini ada masalah. Tidak seperti dirimu,” jawabnya cepat.

“Saya justru ingin tahu, mengapa kamu tidak seperti saya yang mudah dirundung masalah,” kejar sang sahabat.

Erwin pun menghela nafas agak panjang dan menghembuskannya perlahan. Sembari mendekatkan posisi duduknya, ia memegang bahu sahabatnya.

“Setiap orang, jelas memiliki masalah dan selalu dihampiri masalah. Yang membedakan adalah sikap masing-masing orang. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Hikmah

Penyakit Penguasa


Ketika Fir’aun menjadi penguasa, dia memang hidup dalam limpahan kenikmatan. Kerajaan yang luas dan makmur di zamannya, tentara yang loyal, dan para menteri yang selalu membuatnya senang.

Tetapi, ada realita terbalik yang terus dipelihara dan tidak disadari dengan baik, yakni tradisi berpikir memandang remeh, salah, dan tak berguna siapapun yang berbeda pendapat apalagi keyakinan dengannya.

Saat itulah kesombongan bercokol kuat dalam diri Fir’aun. Dirinya bangga bisa memerintah banyak orang.

Tetapi ia lupa, bahwa orang taat kepadanya bukan karena ia berwibawa, tapi karena mereka juga mendapat keuntungan besar dengan mengikuti perintahnya, yang dalam praktiknya setiap titahnya tak benar-benar 100 % dijalankan. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Hikmah

Kali Item dan Kebenaran Mutlak “Kinerja” Tuhan


Kali Sentiong alias Kali Item sempat menjadi viral di media sosial karena baunya yang cukup menganggu, lebih-lebih bau itu juga menyerang wisma atlet Asian Games 2018.

Tetapi, dengan beragam upaya yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, bau di Kali Item mulai lenyap.

Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Wapres JK ke Kali Item. Seperti diberitakan cnnindonesia.com ( https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180803110143-20-319163/buktikan-tak-ada-bau-jk-ajak-anies-makan-pisang-di-kali-item ) ternyata bau itu telah tiada. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Hikmah

Perpisahan yang Indah


Hidup ini adalah anugerah. Dan, agar anugerah itu tetap terasa di dalam jiwa, Tuhan turunkan panduan hidup sekaligus sosok peraga yang menjalani kehidupan dengan penuh kebahagiaan, manfaat dan maslahat luar biasa, melalui Nabi dan Rasul-Nya.

Namun, dunia bukanlah ruang yang vakum. Sejak manusia pertama diciptakan, yakni Nabi Adam Alayhissalam, Iblis telah berikrar akan menjerumuskan seluruh anak manusia ke dalam neraka Jahannam.

Beragam cara, tipu muslihat dan jebakan canggih, telah dipersiapkan oleh Iblis untuk menggiring anak manusia lari dari kebenaran dan tenggelam dalam kejahilan dan kesengsaraan. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Hikmah

Dialog dalam Perjalanan


Seperti biasa, dalam sepekan ada satu hari saya harus mendatangi bilangan Jakarta Timur. Sekedar silaturrahim dan makan siang bersama dengan teman yang hanya saat itu bisa duduk bareng. Tentu saja ini acak, alias tidak rutin.

Setelah menghabiskan waktu hingga sore, tibalah saatnya saya kembali ke tempat saya membangun rumah tangga.

Dalam perjalanan ditawari ikut seorang senior yang sudah sukses. Jelas hatiku sangat senang. Karena senior ini bukan sekedar sudah mapan, tetapi juga kaya wawasan dan pengalaman.

Akhirnya tibalah saya duduk di kursi mobil yang baru itu saya masuk, mobilnya memang menarik.
Tapi, biasanya kalau sudah duduk di dalam mobil, waktu bertahan saya melek hanya 10-15 menit. Setelah itu saya akan terlelap. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Hikmah

Kebanggaan Sahabat dan CR7


Sehari yang lalu saya mendapati dua kebanggaan yang luar biasa. Bukan kebanggaanku, tetapi kebanggaan sahabat kuliah di pascasarjana UIKA, kini baru saja tuntas menjadi doktor pendidikan dari UNJ (Universitas Negeri Jakarta.

Dan, satu lagi, seluruh pecinta bola paham, bahwa Ronaldo sedang berbangga akan dirinya, karena pada usia 33 tahun, ia tidak ke China atau pun ke Qatar.

“I am different from all the other players who think that their career is over at my age, but I want to show the others that I am different. It is very emotional for me at the club now because I am not 23, I am 33.”

Demikian dilansir bbc.com 5 jam lalu (17/7) dengan judul berita, “Cristiano Ronaldo: New Juventus signing says players his age go to Qatar or China.”

Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Hikmah