Kekuatan Pikiran


“Sungguh, “pikiran itu hal nyata,” dan hal yang kuat pula, ketika pikiran dicampurkan dengan kepastian tujuan ketekunan, dan keinginan membara untuk menerjemahkannya menjadi kekayaan, atau obyek materi lainnya.”

Demikian disampaikan dalam Bab I buku Think & Grow Rich karya Napoleon Hill.

Berbicara pikiran, ada sosok yang belakangan dikenal sangat lincah dalam berpikir, terutama kala mengamati situasi politik kekinian. Dialah Rocky Gerung. Narasinya memang selalu membuat siapapun yang mendengar langsung dipaksa berpikir, minimal merespon dengan sebuah pernyataan, “Iya…ya.”

Tetapi, bicara pikiran, sebenarnya banyak teori yang mengulasnya. Tetapi saya ingin fokus pada satu hal, bahwa apa yang selalu orang pikirkan itu akan menjadi perilaku hidup seseorang. Baca lebih lanjut

Iklan
By Imam Nawawi Posted in Artikel

Menuntut Diri Sendiri


Menuntut orang lain itu mudah, bahkan enak. Karena memang tidak ada apa-apa yang harus kita lakukan. Tetapi, kala menuntut diri sendiri, nah… ini perkara tidak mudah.

Mau tau buktinya?

Coba sahabat cek dalam keseharian sahabat saat tuntas menuliskan rencana positif keseharian. Begitu satu poin dijalankan, beragam pikiran yang mengganggu akan datang. Akibatnya jelas, fokus dan konsentrasi terhambat, akhirnya mentoleransi diri, lalu wassalam. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Artikel

Jangan Pilih Jalan Pintas


Kasus prostitusi seorang artis pekan lalu, cukup mengejutkan ruang publik. Tetapi, itu hanya satu fakta bahwa akan selalu ada orang yang mengambil jalan pintas.

Pejabat korupsi, bukan tidak tahu korupsi itu negatif dan destruktif. Tapi, karena ia yakin, korupsi itulah jalan pintas sampai pada ambisi.

Asti Musman dalam bukunya Focus 5.0 menjelaskan dengan cukup gamblang. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Artikel

Menyiasati Amal yang Terlewat


Dalam 24 jam, hampir pasti selalu ada amal sholeh yang kadang terlewat, meleset waktunya, atau bahkan mungkin ada yang tidak bisa dilaksanakan. Padahal, hati sangat ingin menjelani semua.

Mereka yang baru mengenal nikmatnya amal ibadah, amal sholeh, apalagi telah sekian pekan berhasil menjalaninya tanpa absen, pasti akan gelisah.

Tetapi sahabat, kalau melihat dimensi waktu, terlalu lama menyesali diri karena sebuah amalan terlewat juga kurang tepat, mengingat banyak amal lain yang bisa disegerakan. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Artikel

Kadang Kala Senyuman Cukup Menjadi Jawaban


Di era yang manusia mulai banyak meninggalkan aktivitas membaca, berdiskusi secara sehat, dan berpikir, kerapkali kita bertemu dengan beragam kalimat yang sulit dicerna akal sehat.

Soal reuni 212 misalnya, mereka yang terlampau jauh telah meninggalkan tradisi berpikir, asyik menyoal jumlah. Atau sebagian mereka yang bertanya, Nabi Umat Islam, kok istrinya banyak, sampai ada yang anti sama poligami, misalnya.

Sementara, terhadap budaya negatif, berupa kata atau kalimat yang dahulu orang tua kita melarang, seperti ungkapan tidak patut, malah cukup sering berseliweran di dalam kehidupan ini. Dan,mereka ok ok saja. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Artikel

Cinta


Menyebutnya mengundang antusias, membahasnya menarik segala perhatian, menemukannya menjadikan segalanya indah. Itulah satu dari sekian banyak kekuatan dari kata cinta.
 
Cinta dimensinya melampaui cakupan kerja rasio, bahkan ia menembus ruang dan waktu, dunia hingga akhirat.
 
Cinta memang istimewa sekaligus spesial. Ia membawa energi kebaikan dalam ragam bentuk, wujud, dan gerak. Cinta terus membangun bagaimanapun kehidupan ini hancur. Cinta tak mengenal kata menyerah. Semuanya adalah mungkin bahkan yang tidak mungkin pun terus dilawan dengan ikhtiar dan doa.
 
Cinta menjadikan manusia beradab, progresif, sekaligus merasakan langsung bahwa yang paling patut dicintai hanyalah Tuhan.

Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Artikel

Monas


Sejak semalam, kata Monas menjadi begitu sering diucapkan, terutama melalui media sosial.

Tetapi, bukan lagi menunjukkan makna sebenarnya, akan tetapi pada makna yang lebih “progressif” seiring dengan bersejarahnya gelaran #reuni212 di Monas.

“Monas,” kata Rocky Gerung artinya adalah, “Monumen Akal Sehat.”

Jika makna dari kata Monas yang disampaikan Rocky itu kita kembangkan, maka arah dari makna tersebut menuju kepada siapapun yang gagal paham terhadap #reuni212 sebagai orang yang mengalami gejala akal sakit atau kurang sehat, bahkan boleh jadi tidak sehat. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Artikel

Membumikan Nilai Kepahlawanan


Oleh: Imam Nawawi

Sebagai negara merdeka, Indonesia memiliki banyak hari besar. Dan, hari besar yang sangat luar biasa, yang secara nyata mesti menjadi nafas hidup bangsa dan rakyat Indonesia seluruhnya adalah Hari Pahlawan.

Hari Pahlawan dalam sejarahnya memang sangat menentukan kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Dan, 10 November 1945 menjadi momentum besar yang menjadi turning point penduduk kathulistiwa ini meraih harga diri dan kehormatan atas keberhasilannya memenangkan perang melawan tentara Britania Raya yang sangat bernafsu merebut kemerdekaan bangsa Indonesia.

Fakta sejarah tersebut menunjukkan bahwa bangsa Indonesia sangat tidak pernah mau bermain-main dengan yang namanya penjajahan, sehingga jargon sekali merdeka tetap merdeka menjadi nafas hidup yang terus mendorong segenap rakyat Indonesia berani melawan tentara NICA yang diboncengi Belanda meski dengan persenjataan ala kadarnya. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Artikel

Berbuat Baik untuk Perubahan


Membangun sebuah masyarakat tidak mungkin dilakukan tanpa dengan membangun keluarga. Membangun keluarga bukan sekedar urusan kepala rumah tangga dan ibu rumah tangga. Akan tetapi juga membutuhkan perhatian kontribusi dan peran aktif kita bersama, Terutama ketika ingin membangun keluarga dari sisi ekonomi dan kemandirian.

Seperti itulah yang kemarin dilakukan oleh Laznas BMH bersama UPZ Bank DKI. Melalui program sekolah Ibu hebat kedua lembaga itu memberikan fasilitas pelatihan olah makanan dari bahan dasar ikan untuk selanjutnya dimasak dalam ragam varian makanan yang bisa dikemas dan menjadi mata pencaharian untuk menopang ekonomi keluarga.

Pelatihan ini tentu berskala sangat kecil yaitu di Kecamatan Cipayung Depok dan pesertanya pun hanya 50 orang. Akan tetapi ini adalah cikal bakal kemampuan keluarga Indonesia menjadi lebih baik. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Artikel

Kala Manusia Melupakan dan Meremehkanmu


Seorang teman mengirimkan pesan singkat kepadaku. “Bro, teman-teman di sini akan keluar semua, kalau ini yang diangkat jadi pemimpin.”

Pesan itu seketika membuatku bingung, mesti menjawab dengan jawaban yang seperti apa. Normatif, jelas dia tidak butuh. Mendukung, saya tidak tahu soal 100%. Menolak, apalagi, saya hanya tau perihal tersebut sebatas dari pesan singkat itu.

Sahabat sekalian yang berbahagia, kerapkali emosi manusia menyala-nyala karena merasa dirinya tidak dihargai, tidak dihormati, alias tidak dihiraukan.

Situasi seperti itu memang merupakan gerbang besar bagi setan untuk membisikkan beragam alasan atau argumentasi yang nampak rasional untuk diri kita berpikir negatif dan akhirnya benar-benar memilih bertindak kontraproduktif. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Artikel