Jiwa yang Berbahagia


Manusia, Allah tegaskan sebagai makhluk terbaik, diberi amanah mengelola bumi dan diberikan kecerdasan.

Tetapi, pentas sejarah, sebagaimana dipaparkan Al-Qur’an, manusia-manusia terbaik di sisi-Nya adalah mereka yang hidupnya tak sepi dari ujian. Entah itu berupa kebaikan maupun keburukan.

Sebaliknya, mereka yang ingkar, nampak hidup tanpa kesulitan. Kekayaan melimpah, kekuasaan punya, kesewenangan bebas dilakukan. Meski pada akhirnya jelas, mereka masuk dalam babak akhir yang mengenaskan.

Sekalipun hal ini sudah nyata dalam sejarah dan rasio mengakui bahwa hidup memang demikian, tetapi manusia masih kerapkali terjebak pada pikiran dan perilaku yang salah dalam menjalani hidup ini. Baca lebih lanjut

Iklan
By Imam Nawawi Posted in Artikel

Gelora Bung Karno dan Manusia Berpakaian Putih


Bung Karno seakan kembali hidup, hadir, bahkan lebih jauh, bergelora dengan limpahan manusia berpakaianΒ  putih.

Warna putih itu sendiri memiliki historis tersendiri. Ya, warna itu simbol dari sebuah seruan keadilan hukum atas penista agama yang akhirnya bergerak menjadi gelombang besar yang datang berulang kali di Jakarta.

Gelombang itu telah melumat sang penista agama hingga ke dalam penjara. Dan, tentu saja, kita bisa tebak bersama, gelombang putih hari ini di GBK juga akan menumbangkan segala bentuk ketidakadilan dan kejumudan pikiran.

Sungguh ini seperti “tampilan” Fathuh Mekkah dimana umat Islam hanya hadir, berhimpun, dan membesarkan asma Allah tanpa maksud untuk melakukan apapun selain daripada memurnikan spirit ke-Tuhan-an di negeri ini. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Artikel

Mana Lebih Baik?


Dalam bahasa Jawa ada istilah, “Sawang sinawang.”

Satu manusia melihat manusia lain seakan hebat, nyaman, dan keren. Tetapi, yang dilihat begitu terkadang justru memandang orang lain justru lebih baik keadaannya.

Menjadi intelektual, sering hadir di acara televisi kadang sudah cukup mengelabui sebagian orang, bahwa orang itu benar-benar pintar.

Tetapi, dalam hati, kerapkali orang yang telah menyandang beragam gelar hebat dalam pandangan manusia diterkam kegelisahan.

Bukan karena ilmunya yang didulang dari luar negeri yang kurang, tetapi pemahaman dirinya bahwa ilmu harus menghasilkan harta dan kuasa, menjadikan dirinya sering mengalami migrain orientasi dalam kehidupan. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Artikel

Menulis adalah Ekspersi Jiwa


PENA adalah akronim dari Penulis Muda Indonesia.

Alhamdulillah siang hingga sore, PENA Jabodebek sukses menggelar halaqoh bulanan di kediaman Direktur LSIPP Hidayatullah Ustadz Suharsono.

Suasana hangat, ditemani roti bakar, air kangen water dan teh manis menjadikan suasana halaqoh berjalan deras dengan inspirasi.

Terlebih, Ustadz Suharsono sebagai sosok penulis filosofis, selalu mampu menghadirkan kalimat-kalimat singkat penuh tenaga, disertai canda yang mencerdaskan.

Dalam silaturrahim dan halaqoh PENA Jabodebek tersebut beliau memberikan paparan bahwa menulis adalah ekspresi jiwa. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Artikel

Mengombaklah seperti Samudera, Jangan Terburai seperti Badai


Pernahkah sahabat perhatikan, mengapa Indonesia ini ada?

Saat saya mengunjungi perbatasan, pedalaman, dan kepulauan, saya selalu bertanya dalam hati, bagaimana wilayah yang sangat luas ini bisa sepakat di dalam satu ikatan bernama Indonesia?

Ini bukan hasil kerja manusia, tapi ini kehendak Tuhan. Bayangkan, saat itu transportasi terbatas, komunikasi apalagi. Tetapi, semua terjadi, dan menjadi fakta dalam kehidupan kita, ada Indonesia.

Jika kita belum puas dengan perjalanan bangsa ini, boleh jadi ini proses yang harus kita akhiri. Pemilu Presiden 2019 mesti menjadikan kita rakyat yang cerdas. Tak sekedar banyak tapi bertenaga. Tak sekedar bicara tapi berbuat nyata. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Artikel

Politik, Apa sih Pendapatmu Soal Ini?


Pada dasarnya politik itu medan perjuangan, lapangan pengabdian bagi jiwa-jiwa yang memiliki keperihatinan atas kondisi bangsa. Hal itulah yang dicontohkan kaum muda di masa kemerdekaan.

Jadi, politik bukan ajang gagah-gagahan, apalagi pencitraan tanpa mampu menjadikan semua janji jadi kenyataan. Sekali lagi bukan!

Kembali ke paragraf satu. Mereka belajar ke sekolah Belanda, tetapi bukan untuk mem-Belanda-kan pikirannya, melainkan dengan maksud menghantam cara berpikir Belanda yang menjajah Indonesia tanpa malu. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Artikel

Kekuatan Pikiran


“Sungguh, “pikiran itu hal nyata,” dan hal yang kuat pula, ketika pikiran dicampurkan dengan kepastian tujuan ketekunan, dan keinginan membara untuk menerjemahkannya menjadi kekayaan, atau obyek materi lainnya.”

Demikian disampaikan dalam Bab I buku Think & Grow Rich karya Napoleon Hill.

Berbicara pikiran, ada sosok yang belakangan dikenal sangat lincah dalam berpikir, terutama kala mengamati situasi politik kekinian. Dialah Rocky Gerung. Narasinya memang selalu membuat siapapun yang mendengar langsung dipaksa berpikir, minimal merespon dengan sebuah pernyataan, “Iya…ya.”

Tetapi, bicara pikiran, sebenarnya banyak teori yang mengulasnya. Tetapi saya ingin fokus pada satu hal, bahwa apa yang selalu orang pikirkan itu akan menjadi perilaku hidup seseorang. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Artikel

Menuntut Diri Sendiri


Menuntut orang lain itu mudah, bahkan enak. Karena memang tidak ada apa-apa yang harus kita lakukan. Tetapi, kala menuntut diri sendiri, nah… ini perkara tidak mudah.

Mau tau buktinya?

Coba sahabat cek dalam keseharian sahabat saat tuntas menuliskan rencana positif keseharian. Begitu satu poin dijalankan, beragam pikiran yang mengganggu akan datang. Akibatnya jelas, fokus dan konsentrasi terhambat, akhirnya mentoleransi diri, lalu wassalam. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Artikel

Jangan Pilih Jalan Pintas


Kasus prostitusi seorang artis pekan lalu, cukup mengejutkan ruang publik. Tetapi, itu hanya satu fakta bahwa akan selalu ada orang yang mengambil jalan pintas.

Pejabat korupsi, bukan tidak tahu korupsi itu negatif dan destruktif. Tapi, karena ia yakin, korupsi itulah jalan pintas sampai pada ambisi.

Asti Musman dalam bukunya Focus 5.0 menjelaskan dengan cukup gamblang. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Artikel

Menyiasati Amal yang Terlewat


Dalam 24 jam, hampir pasti selalu ada amal sholeh yang kadang terlewat, meleset waktunya, atau bahkan mungkin ada yang tidak bisa dilaksanakan. Padahal, hati sangat ingin menjelani semua.

Mereka yang baru mengenal nikmatnya amal ibadah, amal sholeh, apalagi telah sekian pekan berhasil menjalaninya tanpa absen, pasti akan gelisah.

Tetapi sahabat, kalau melihat dimensi waktu, terlalu lama menyesali diri karena sebuah amalan terlewat juga kurang tepat, mengingat banyak amal lain yang bisa disegerakan. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Artikel