Menuntut Diri Sendiri


Menuntut orang lain itu mudah, bahkan enak. Karena memang tidak ada apa-apa yang harus kita lakukan. Tetapi, kala menuntut diri sendiri, nah… ini perkara tidak mudah.

Mau tau buktinya?

Coba sahabat cek dalam keseharian sahabat saat tuntas menuliskan rencana positif keseharian. Begitu satu poin dijalankan, beragam pikiran yang mengganggu akan datang. Akibatnya jelas, fokus dan konsentrasi terhambat, akhirnya mentoleransi diri, lalu wassalam.

Bagi kalian yang belum tau hal tersebut, coba bangun dan rencanakan bisa membaca Al-Qur’an setiap hari. Pasti nantia akan dirasakan kesulitan untuk bisa konsisten.

Artinya apa?

Ini menunjukkan bahwa di balik tidak pusing dan gelisahnya kita, itu boleh jadi karena memang tidak ada tujuan dan tidak ada komitmen yang mesti kita jalani secara sungguh-sungguh.

Kemudian, hal tersebut juga menunjukkan bahwa memperbaiki diri sendiri itu cenderung ingin ditinggalkan.

Oleh karena itu, Islam memerintahkan kita untuk banyak melihat ke dalam daripada melihat keluar lalu berkoar-koar dengan kalimat destruktif, yang tanpa sadar justru diri sendiri yang terperosok pada kebobrokan.

Dengan demikian jelas bagi kita bahwa cara terbaik mewujudkan kebaikan adalah dengan menuntut diri sendiri untuk berubah.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka,” (QS. Ar Ra’ad [13]: 11).

Jakarta, 9 Jumadil Awwal 1440 H
Imam Nawawi

Iklan
By Imam Nawawi Posted in Artikel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s