Tiga Tips Aman dari Ketidakmanfaatan Ber-Sosial Media


Dalam sebuah perbincangan, seorang sahabat bercerita bahwa dirinya sering tidak bisa mengendalikan diri dalam hal waktu, terutama ketika sudah asyik bermain sosial media (facebook, twitter, dll). Meskipun pada awalnya, tidak lebih dari sekedar ingin melihat-lihat saja. Yang sering terjadi, keasyikan, hingga tidak terasa berjam-jam waktu habis untuk urusan tersebut.

SosmedKisah seperti itu, mungkin pernah kita alami, terutama kala ada status, komentar atau postingan yang sifatnya justru kurang konstruktif tapi lagi booming di media. Menyadari kondisi seperti itu, terutama di era sosial media (sosmed) ini. Kaum Muslimin perlu memiliki rambu-rambu khusus, agar waktu, tenaga dan pikirannya tidak terseret pada ketidakmanfaatan, yang sudah semestinya kita jauhi.

Terlebih, jika yang lagi ramai di media sosial hanyalah bahasan-bahasan yang tidak menambah wawasan, tidak meneguhkan iman dan cenderung mengajak kita untuk mencela atau merendahkan orang lain, yang kita sendiri tidak tahu duduk perkarayanya secara pasti. Sebab, ketika terpancing dan larut di dalamnya, maka sungguh kita juga tanpa sadar masuk dalam kebodohan.

Untuk tidak terjebak pada ketidakmanfaatan secara tidak sadar, terutama di sosial media maka kita harus mengambil langkah-langkah berikut, agar terhindar dari ketidakmanfaatan.

Pertama, jauhi orang-orang yang bodoh. “Berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh” (QS. 7: 199). Kenapa kita harus menjauhi orang yang bodoh, karena hampir semua yang mereka pikirkan, ucapkan dan lakukan sangat dekat dengan ketidakmanfaatan.

Hal ini Allah pertegas dalam ayat lainnya, “Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang bodoh” (QS. 28: 55).

Dalam tafsirnya, Ibn Katsir menjelaskan bahwa ketika orang-orang beriman bertemu dengan orang bodoh, mereka tidak bercampur dengan para pelaku kebodohan itu, dan tidak pula bergaul dengannya. Pun demikian, orang-orang beriman tidak tertarik untuk menjawab pembicaraan kotor mereka, serta tidak ada yang keluar dari mulut orang-orang beriman melainkan kata-kata yang baik.

Lantas, bagaimana kriteria orang bodoh itu? Abu Darda Radhiyallahu Anhu menjabarkan bahwa ada tiga tanda orang bodoh, yaitu bangga diri, banyak bicara dalam hal yang tidak bermanfaat dan melarang orang lain dari suatu perbuatan, namun ia sendiri melakukannya.

Jika dalam bersosial media kita menemukan orang atau akun yang seperti itu, sebaiknya kita jauhi. Jika tidak, boleh jadi, tenaga, pikiran dan waktu kita yang sangat berharga akan terkuras habis untuk ketidakmanfaatan karena meladeni celotehan-celotehannya. Orang berkata, setiap yang buruk mudah sekali menularnya. Maka, jauhilah.

Kedua, bersosial media untuk menambah wawasan keilmuan. Sosial media adalah dunia terbuka dimana sisi positif dan negatif hadir sekaligus. Jika kita tidak pandai memilah dan memilih, bisa jadi aktivitas bersosial media yang kita jalani tidak memberi dampak positif apapun. Namun, jika kita cermat dan cerdas dalam memanfaatkannya, maka sangat mungkin kita akan banyak mendapat tambahan wawasan keilmuan.

Di dunia twitter misalnya, para remaja yang notabene Muslim kadang-kadang belum tahu penggunaan twitter dengan benar, sehingga mereka asal follow aku twitter yang menurut mereka cocok. Tanpa begitu peduli dengan kebaikan ilmu, iman dan semangat mereka dalam menguatkan amal-amal sholeh dalam kehidupan sehari-hari.

Padahal, di saat yang sama, akun yang memotivasi, memberi wawasan keilmuan dan mengajak pada jalan kebaikan tidak kalah banyak jumlahnya. Di sinilah faktor niat menjadi penentu. Oleh karena itu, para orang tua (sekalipun Anda tidak tertarik atau terganggu dengan sosial media) di sinilah Anda memerlukan pemahaman bagaimana bersosial media yang aman, sehingga putra-putri Anda terhindar dari ketidakmanfaatan bahkan kemudharatan dari bersosial media.

Karena bagaimanapun, sosial media adalah keniscayaan pergaulan dunia modern dimana anak-anak zaman sekarang pasti mau tidak mau, suka tidak suka ikut ambil bagian di dalamnya. Melarang secara mutlak tentu bukan kebijaksanaan. Sebab, ada juga kebaikan yang bisa diambil. Tugas kita adalah mengantar diri kita dan mereka memiliki niat positif dalam bersosial media.

Ketiga, gunakan sosial media sebagai media dakwah. Langkah terakhir agar selamat dari ketidakmanfaatan bermedia sosial adalah menggunakan sosial media yang kita ikuti sebagai sarana dakwah atau sharing hal-hal positif yang memotivasi orang beramal sholeh, tekun belajar dan lain sebagainya.

Mungkin, akan ada yang berpikir bahwa dirinya belum apa-apa, bukan ustadz, bukan dai apalagi kiyai dan lain sebagainya. Meskipun, katakanlah kita hanya seorang pelajar atau orang biasa-biasa saja, bukankah berkata baik itu adalah anjuran bahkan perintah dalam Islam? Seperti, firman-Nya, “Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia” (QS. 2: 83).

Artinya, jangan sampai sekalipun, baik dalam dunia nyata maupun dunia maya membuat kata-kata atau status yang tidak baik. Di sinilah keuntungan kita bersosial media, yakni menjadikannya sebagai media dakwah.

Mungkin kita orang biasa-biasa saja, tetapi bukankah kita bisa share link artikel dari media-media online Islam yang membangun, menambah wawasan dan meningkatkan spirit ibadah dan amal sholeh kita? Jika itu bisa kita lakukan, kenapa tidak kita jadikan kebaikan buat diri dan orang lain setiap kali mau pasang status atau posting link artikel atau berita di sosial media?

Dengan melakukan tiga tips atau langkah di atas, insya Allah kita termasuk orang beriman yang benar imannya, karena tidak berkata kecuali yang baik, tidak mengajak kecuali yang baik, dan tidak bergaul kecuali dengan orang-orang cerdas, yakni yang benar-benar mempersiapkan hidup di dunia ini untuk kebahagiaan akhirat. Allahu a’lam.*/Imam Nawawi__Naskah pernah dimuat di Buletin Al-Qalam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s