Untuk Apa Punya Facebook?


Untuk apa punya facebook? “Kalau aku sich untuk gaya-gayaan saja,” jawab Adi seorang anak SMA. “Kalau aku untuk berbagi foto, aku kan cantik, dan banyak sekali teman-teman yang memuji kecantikanku,” sahut Shinta. “Kalau aku cari teman kencan aja.Lumayan kan, hehe,” timpal Jono yang terkenal mata keranjang di sekolahnya. Seperti itukah tujuan kita punya facebook, jika tidak, lalu untuk apa ktia punya facebook?

produktif-inspiratif dengan facebook, why not?

Pertanyaan ini mungkin kurang dipedulikan oleh hampir semua penduduk facebook. Padahal sejak awal mendengar kata facebook, rasa penasaran bergelantungan dalam hati dan perasaan. Apa sihc facebook itu, demikian kisah mereka yang baru pertama kali mengenal facebook.

Facebook memang fenomenal, hampir bisa dipastikan tidak ada manusia yang tidak mengenal dan tidak punya akun facebook. Anak-anak di bawah umur pun dengan sangat terpaksa melakukan manipulasi data hanya sekedar untuk memiliki facebook. Luar biasa memang facebook.

Buah pikiran Mark Zuckerberg ini kini dinikmati oleh manusia seluruh dunia, berbagai agama, tingkatan, bangsa, dan negara. Di Indonesia, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, tentu pengguna facebook terbanyak adalah umat Islam, khususnya generasi muda.

Setiap hari, bahkan mungkin setiap saat, jutaan mata muda generasi muda memandangi facebook.

Mereka berinteraksi dengan siapa yang diinginkan. Mereka mencari teman yang diidamkan. Bahkan ada yang mencari pelampiasan nafsu di facebook. Tidak bisa pacaran di dunia nyata tidak mengapa, toh di facebook bisa bermesra ria; berbagi foto bahkan video. Dan, itu bisa dalam berbagai bentuk, sesuai keinginan. Enak kan, ‘aman’ lagi!

Sebagian memang memiliki visi yang bagus dengan akun facebooknya. Ada yang ingin mengembangkan bisnisnya, memperluas jaringan, dan memudahkan komunikasi dengan teman-teman seperjuangan atau menjadikannya sebagai medan dakwah. Tetapi karena di facebook banyak sekali jenis manusia, tidak jarang sebagian lupa dengan tujuan utamanya.

Ada beberapa kasus perceraian terjadi karena facebook (sekalipun juga ada pernikahan melalui pereknalan via facebook), perzinahan, bahkan penipuan, pemerkosaan dan pembunuhan via facebook. Lebih parah lagi, sebagian besar generasi muda kita terampas waktu berharganya karena terlalu asyk dengan facebook.

Jika demikian, untuk apa kita punya facebook? Facebook bukan area netral. Sebagaimana alam nyata di dalam facebook juga banyak setan berkeliaran. Kalau merujuk pesan Bang Napi, kejahatan bukan terjadi karena hanya ada niat tapi karena ada kesempatan. Waspadalah-waspadalah-waspadalah!

Jadi memiliki facebook harus memiliki visi. Jika tidak maka keberadaan facebook dalam kehidupan kita tidak akan berpengaruh signifikan untuk pengembangan dan peningkatan kualitas diri. Pada saat yang sama kita akan kehilangan detik demi detik nafas yang berharga untuk hal-hal yang kurang berguna alias sia-sia.

Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan dengan facebook yang kita miliki? Di sini saya akan berbagi saran untuk menjadikan facebook sebagai media yang sangat membantu produktivitas hidup kita menjadi lebih baik.

Pertama, tingkatkanlah tradisi membaca. Di facebook ada yang namanya status. Di sana kita bebas menulis apa saja. Sebagai insan beriman tentu kita ingin menulis yang memberi manfaat. Berarti kita butuh banyak input ilmu atau informasi agar kita bisa membuat banyak status yang bermanfaat. Maka membaca adalah gerbang yang paling utama.

Kedua, tingkatkan kedewasaan dalam berstatus (bertutur). Di facebook kita kan ada keluarga, guru, bahkan teman-teman. Maka bersegeralah untuk menjadi manusia dewasa yang inspiratif, produktif, dan energik (sekalipun usia kita masih remaja atau masih muda). Ingat, jangan sekali-kali terus merasa sebagai ABG (sok imut) karena sifat seperti itu menandakan kita sangat lambat dalam berpikir menjadi manusia dewasa.

Ketiga, carilah teman yang produktif, baik, dan inspiratif. Jangan semua orang dilayani, apalagi mereka yang kira-kira dapat mengganggu hati, konsentrasi, dan maaf syahwat kita. tinggalkanlah orang itu, tentu tidak perlu menghapusnya dari daftar teman. Kecuali sudah sangat mengkhawatirkan, blokir pun tidak mengapa.

Keempat, jangan menjadi manusia kerdil, cengeng, dan inferior (rendah diri) dengan memasang status-status galau, pesimis, marah, kesel, atau status-status negatif lainnya. Boleh menuliskan sebuah masalah pribadi atau kekesalan pribadi, tetapi dengan bahasa optimis, bukan pesimis.

Misalnya, kita gagal meraih nilai terbaik dalam ulangan harian. Jangan ditulis seperti ini, ‘huh dasar, kesel banget aku. Semalam suntuk belajar ternyata yang diujikan diluar apa yang saya pelajari’. Tetapi tulislah seperti ini, ‘ilmu memang sangat luas, mungkin saya harus banyak meluangkan waktu untuk konsentrasi belajar. Sebab masih banyak ternyata hal-hal penting dalam pelajaranku yang belum kupelajari secara keseluruhan’.

Kelima, khusus bagi kaum hawa berhati-hatilah dengan foto. Jangan umbar foto anda sembarangan. Apalagi yang tidak menutup aurat, karena perbuatan itu dosa dan tidak terpuji. Anda harus paham betul dengan posisi anda sebagai wanita. Aurat anda itu hanya untuk cinta sejati anda yaitu suami, bukan untuk semua mata.

Mungkin inilah beberapa tips yang dapat saya bagikan kepada semua saudara seiman di dunia maya agar keberadaan facebook di tengah-tengah kehidupan kita semakin membuat kita menjadi manusia dewasa. Yaitu manusia yang kuat imannya, jalan nalar sehatnya, dan semakin mudah menyebarkan kebaikan-kebaikan yang Allah perintahkan.

Saya terdorong untuk melakukan ini atas saran seorang motivator yang sangat inspiratif bagiku, yang pernah hadir berbagi pengalaman dan ilmu di kampus kami yaitu DR. Zainal Asykin Hans, semoga Allah merahmati beliau.

“Sebarkanlah energi positif ini sekuat tenagamu kepada seluruh umat manusia,” pesannya kepadaku sebelum menutup pintu mobilnya dan pergi meninggalkan kami dua tahun silam. Semoga bermanfaat.

Persembahan dari Imam Nawawi.

Iklan

2 comments on “Untuk Apa Punya Facebook?

  1. Masukan yg Inspiratif untuk mereka yang masih ‘GALAU’, dalam memanfaatkan FB. Thank ats saranx!!!!

    Suka

  2. masukan yang bagus. memang, saat ini facebook tidak bisa dihindari kehadirannya. kita harus pintar-pintar memanfaatkannya atau jika tidak, maka kitalah yang akan dimanfaatkan

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s