Kalimat yang Teguh


Saat dakwah Islam yang dibawakan oleh Nabi Muhammad ﷺ kian berkembang, menyadarkan kedunguan para tokoh Quraisy, sebagian pembesar Quraisy mulai gelisah bahkan sangat membenci Nabi Muhammad ﷺ.

Tidak tanggung-tanggung, mereka melabeli putra Abdullah itu dengan stigma negatif, mulai dari orang gila sampai tukang sihir. Padahal, mereka sendiir yang mengantongi bukti tak terbantahkan, bahwa suami dari Siti Khadijah itu adalah “Al-Amin” manusia yang tak sekalipun pernah berbohong, sehingga apapun yang disampaikannya adalah pasti kebenarannya.

Mereka semakin dungu. Dan, karena itu irasionalitas menjadi pola kerja mereka dalam menghambat gelombang kebenaran yang dibawakan oleh Nabi Muhammad ﷺ. Baca lebih lanjut

Iklan

Apa yang Bertambah?


Saat seseorang telah memandang indah keburukan, maka berpikir negatif, bertindak salah, arogan, sewenang-wenang, culas, dan semaunya sendiri akan menjadi perbuatan yang harus dalam pandangan hidupnya.

Demikianlah perilaku-perilaku orang yang menutup diri dari cahaya Islam. Mereka akan sangat terganggu dengan kehangatan cahaya iman, kaki dan tangan mereka ‘gatal’ setiap kali mendapati kebenaran terus-menerus ditebarkan di muka bumi.

Tipe manusia demikian tidak bisa hidup senang kecuali dengan menumpas kebenaran, membungkam pengusung kebenaran, dan menjelek-jelekkan kebenaran itu sendiri.

Akan tetapi, benarkah mereka akan sampai pada kebahagiaan dengan terus memperturutkan kegelapan hatinya itu? Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Hikmah

Jiwa yang Berbahagia


Manusia, Allah tegaskan sebagai makhluk terbaik, diberi amanah mengelola bumi dan diberikan kecerdasan.

Tetapi, pentas sejarah, sebagaimana dipaparkan Al-Qur’an, manusia-manusia terbaik di sisi-Nya adalah mereka yang hidupnya tak sepi dari ujian. Entah itu berupa kebaikan maupun keburukan.

Sebaliknya, mereka yang ingkar, nampak hidup tanpa kesulitan. Kekayaan melimpah, kekuasaan punya, kesewenangan bebas dilakukan. Meski pada akhirnya jelas, mereka masuk dalam babak akhir yang mengenaskan.

Sekalipun hal ini sudah nyata dalam sejarah dan rasio mengakui bahwa hidup memang demikian, tetapi manusia masih kerapkali terjebak pada pikiran dan perilaku yang salah dalam menjalani hidup ini. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Artikel

Gelora Bung Karno dan Manusia Berpakaian Putih


Bung Karno seakan kembali hidup, hadir, bahkan lebih jauh, bergelora dengan limpahan manusia berpakaian  putih.

Warna putih itu sendiri memiliki historis tersendiri. Ya, warna itu simbol dari sebuah seruan keadilan hukum atas penista agama yang akhirnya bergerak menjadi gelombang besar yang datang berulang kali di Jakarta.

Gelombang itu telah melumat sang penista agama hingga ke dalam penjara. Dan, tentu saja, kita bisa tebak bersama, gelombang putih hari ini di GBK juga akan menumbangkan segala bentuk ketidakadilan dan kejumudan pikiran.

Sungguh ini seperti “tampilan” Fathuh Mekkah dimana umat Islam hanya hadir, berhimpun, dan membesarkan asma Allah tanpa maksud untuk melakukan apapun selain daripada memurnikan spirit ke-Tuhan-an di negeri ini. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Artikel

Mar’atus Shodiqoh


Pertama mendengarnya, saya merasa agak berbeda, sebab selama ini biasa mendengar Mar’atus Sholihah.

Tetapi, setelah beberapa menit menunggu akhirnya dapat jawabannya. Mereka memang sekelompok emak-emak yang kegemarannya sama, yakni bersedekah, sehingga untuk menjaga niat mereka berhimpun ditetapkanlah nama untuk majelis taklimnya, Mar’atus Shodiqoh.

Dalam hati saya mengatakan, “Keren…” ada ibu-ibu yang mau ngeriung dan hobinya sedekah.

Kalau sedekah maunya langsung, ke santri-santri yatim-dhuafa penghafal Qur’an.

Diam-diam mereka hobi belajar membaca Al-Qur’an, mulai tajwid, tahsin, hingga mati-matian bisa ngaji satu hari satu juz. “Itu berat loh, nak, bagi kami. Apalagi usia sudah punya cucu, ya,” ujar seorang anggota majelis taklim. Baca lebih lanjut

Mana Lebih Baik?


Dalam bahasa Jawa ada istilah, “Sawang sinawang.”

Satu manusia melihat manusia lain seakan hebat, nyaman, dan keren. Tetapi, yang dilihat begitu terkadang justru memandang orang lain justru lebih baik keadaannya.

Menjadi intelektual, sering hadir di acara televisi kadang sudah cukup mengelabui sebagian orang, bahwa orang itu benar-benar pintar.

Tetapi, dalam hati, kerapkali orang yang telah menyandang beragam gelar hebat dalam pandangan manusia diterkam kegelisahan.

Bukan karena ilmunya yang didulang dari luar negeri yang kurang, tetapi pemahaman dirinya bahwa ilmu harus menghasilkan harta dan kuasa, menjadikan dirinya sering mengalami migrain orientasi dalam kehidupan. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Artikel

Berjumpa Anak Penggemar Imam Nawawi


Takdir Allah selalu tak terduga, seperti hari ini, Kamis, 28 Maret 2019, secara mendadak saya diminta mendampingi pertemuan BMH dengan Gaze Destek Dernegi (GDD) atau Gaze Destek Association yang berkantor pusat di Istanbul Turki.

Direktur Utama GDD Abdalmajed Alaloul menjelaskan bahwa sejauh ini GDD fokus menjalankan beragam program pembangunan di Gaza.

Tapi lepas dari bahasan dalam pertemuan, ada suatu hal yang menarik, yang saya kira bagus juga dishare ke sahabat semua.

Begitu berjabat tangan pertama, kami memang belum sempat berkenalan, beliau hanya bertanya, “Kaifa haluk.”

Namun, setelah sesi pertemuan berakhir, sesaat sebelum meninggalkan ruang pertemuan, beliau bertanya nama saya. Begitu tahu nama saya Imam Nawawi, semua terkagum-kagum. Jelas itu karena beliau-beliau ingat akan sosok ulama yang sangat terkenal. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Hikmah

Bahagia Diskusi dengan Putriku


Hal yang paling membahagiakan, Alhamdulillah kurasakan hari ini. Yakni sesaat sebelum berangkat kerja seperti biasa, beberapa menit sempat diskusi dengan putriku yang kelas 3 SD.

Saat itu, kami bahas tentang Al-Qur’an. Ketika saya jelaskan perihal pentingnya mengerti makna Al-Qur’an dan mengambil ayat pertama Surah Al-Baqarah sebagai contoh, sontak putriku bertanya, “Jadi Al-Qur’an itu wahyu?”

“Benar, Al-Qur’an itu wahyu, maka di dalamnya semua benar, tidak ada yang salah, apalagi meragukan. Jadi, tepat jika Al-Qur’an dijadikan panduan hidup,” jawabku yang disambut anggukan kepala sebanyak tiga kali olehnya.

Tak puas dengan jawaban itu, putriku kembali melemparkan pertanyaan.

“Kalau begitu, kita harus paham maknanya, berarti?” Baca lebih lanjut

Menulis adalah Ekspersi Jiwa


PENA adalah akronim dari Penulis Muda Indonesia.

Alhamdulillah siang hingga sore, PENA Jabodebek sukses menggelar halaqoh bulanan di kediaman Direktur LSIPP Hidayatullah Ustadz Suharsono.

Suasana hangat, ditemani roti bakar, air kangen water dan teh manis menjadikan suasana halaqoh berjalan deras dengan inspirasi.

Terlebih, Ustadz Suharsono sebagai sosok penulis filosofis, selalu mampu menghadirkan kalimat-kalimat singkat penuh tenaga, disertai canda yang mencerdaskan.

Dalam silaturrahim dan halaqoh PENA Jabodebek tersebut beliau memberikan paparan bahwa menulis adalah ekspresi jiwa. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Artikel

Cahaya Islam


Islam adalah risalah para Nabi dan Rasul. Sejak awal umat manusia hadir di muka bumi telah banyak Nabi dan Rasul diutus, lengkap dengan mukjizat luar biasa yang seharusnya manusia mau dan mampu memahami.

Akan tetapi, tidak demikian faktanya. Sudah menjadi sunnatullah, selalu ada yang benci dan sangat ingin memadamkan cahaya Islam di muka bumi ini.

Lihatlah teroris di Selandia Baru yang memberondong jama’ah Sholat Jum’at dengan peluru. Apa target utamanya? Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Hikmah