Lelah yang Indah


Masih single tapi double semangatnya dalam berbagi kebaikan.

Namanya Yusef Suhendar, pemuda ini tak asing bagiku. Selain pernah menjadi mahasiswa yang sempat kubina, ia sekarang aktif sebagai bagian program dan pemberdayaan BMH Jawa Barat.

Selepas mengikuti pelatihan selama tiga hari di Jakarta, tidak lama usai penutupan ia langsung pamitan ke Bandung.

“Maaf, buru-buru, Shubuh besok sudah harus ke Garut, tempatnya jauh dari Bandung,” ungkapnya kala itu sembari bersalaman singkat dan langsung minggat 🙂 Baca lebih lanjut

Iklan
By Imam Nawawi Posted in Lensa

Manusia Maju


Manusia dikatakan maju jika apa dan bagaimana?

Kebanyakan orang menilai manusia maju karena tinggal di negara A, B, atau C. Sebaliknya, manusia tidak maju karena di negara D,E, dan F tidak seperti negara, A,B, dan C.

Jika standar kemajuan manusia diukur dari capaian teknologinya, itu tidak salah. Tetapi tidak berarti negara yang teknologinya maju, maju seluruhnya.

Indonesia, apakah negara maju atau berkembang? Baca lebih lanjut

Akal dalam Kehidupan


Di sebuah negeri pernah terjadi satu peristiwa dimana penguasa dan seluruh orang yang berada di posisi strategis selalu memaksakan kehendaknya kepada orang lain.

Mereka berpikir demikian karena merasa memiliki kuasa, sehingga siapapun bisa ditundukkan dengan kekuatan harta, kedudukan, atau pun ancaman hukum.

Suatu waktu, penguasa itu harus terseret pada situasi dimana dirinya harus menang dengan sosok pemuda yang hanya punya tongkat di tangannya.

Ia harus memanggil para ahli di bidang sihir, karena ia menuduh sang pemuda bertongkat itu sebagai tukang sihir. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Hikmah

Milenial, Latihan Berpikir, Yuk!


Perkara apa yang sulit hari ini? Kalau pertanyaan ini diajukan kepada Rocky Gerung, jawabannya mungkin satu kata saja, yaitu, “Berpikir.”

Ketika orang Yahudi menolak Nabi Muhammad dan mendustakan Al-Qur’an, Allah mengatakan kepada mereka, “Apakah kalian tidak berpikir!”

Kemauan berpikir memang tidak default di dalam diri anak Adam. Hanya mereka yang benar-benar mau yang akan benar-benar berpikir.

Coba lihat, bagaimana kebenaran ditolak oleh orang? Rata-rata bukan dengan argumen, tetapi kekuatan fisik, kekuasaan, dan harta. Baca lebih lanjut

Bangun Masa Depan dengan Kebaikan Hari Ini


Ada banyak orang senang sekali bicara impian, bahkan tidak sedikit yang begitu yakin dengan janji masa depan dari seseorang, tanpa lagi menggunakan rasionalitasnya secara kritis.

Akibatnya, tanpa sadar tidak sedikit orang melupakan hari ini. Melupakan tanggungjawab hari ini sebagai pemangku kebijakan strategis suatu negeri. Melupakan kewajiban penting hari ini sebagai pelajar. Bukan banyak belajar, tapi yakin dengan janji dari kolega orang tua yang akan menyiapkan kedudukan.

Kondisi tersebut sebenarnya bisa dikategorikan sebagai tragedi akal sehat. Dimana manusia rela menggadaikan hari ini untuk esok yang belum pasti. Baca lebih lanjut

Kekuatan Pikiran


“Sungguh, “pikiran itu hal nyata,” dan hal yang kuat pula, ketika pikiran dicampurkan dengan kepastian tujuan ketekunan, dan keinginan membara untuk menerjemahkannya menjadi kekayaan, atau obyek materi lainnya.”

Demikian disampaikan dalam Bab I buku Think & Grow Rich karya Napoleon Hill.

Berbicara pikiran, ada sosok yang belakangan dikenal sangat lincah dalam berpikir, terutama kala mengamati situasi politik kekinian. Dialah Rocky Gerung. Narasinya memang selalu membuat siapapun yang mendengar langsung dipaksa berpikir, minimal merespon dengan sebuah pernyataan, “Iya…ya.”

Tetapi, bicara pikiran, sebenarnya banyak teori yang mengulasnya. Tetapi saya ingin fokus pada satu hal, bahwa apa yang selalu orang pikirkan itu akan menjadi perilaku hidup seseorang. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Artikel

Hidup dan Politik


Hidup itu terus berjalan, apapun yang terjadi. Manusia sehari-hari butuh makan, minum, rumah, pakaian, sekolah, kesehatan, transportasi dan lain sebagainya.

Itulah mengapa di luar kota besar, kehidupan masyarakat biasa saja. Mereka tak tersentuh euforia politik seperti kehebohan di media sosial.

Politik, sebenarnya sisi strategis di dalam kehidupan, terutama kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Tetapi, politik di Indonesia hari ini, masih banyak menampilkan sisi keriuhan daripada kecerdasan yang seharusnya. Baca lebih lanjut

Menuntut Diri Sendiri


Menuntut orang lain itu mudah, bahkan enak. Karena memang tidak ada apa-apa yang harus kita lakukan. Tetapi, kala menuntut diri sendiri, nah… ini perkara tidak mudah.

Mau tau buktinya?

Coba sahabat cek dalam keseharian sahabat saat tuntas menuliskan rencana positif keseharian. Begitu satu poin dijalankan, beragam pikiran yang mengganggu akan datang. Akibatnya jelas, fokus dan konsentrasi terhambat, akhirnya mentoleransi diri, lalu wassalam. Baca lebih lanjut

By Imam Nawawi Posted in Artikel

Optimalkan Waktu


Mengoptimalkan waktu bukan perkara mudah. Secara bahasa, optimal berarti kita melakukan sesuatu sampai pada posisi tertinggi.

Berarti, mengoptimalkan waktu memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif sebaik mungkin. Kalau ibarat gas motor, ya 100 km/jam 🙂

Tapi ini tidak mudah, karena di zaman now, orang menghadapi banyak gangguan. Mulai dari smartphone, sampai pada pilihan diri menjalani hari demi hari.

Weekend misalnya, sebagian banyak yang menggunakan waktu di depan gadget. Sebagian ada yang suka nongkrong di cafe dengan menghabiskan uang sampai satu juta rupiah. Baca lebih lanjut

Panglima Besar Jenderal Sudirman


Kuasa Allah Ta’ala, usai menemani rekan menjalankan tugas tinjauan ke Ciomas Bogor, Allah memudahkan langkah kami untuk menghadap-Nya pada waktu Dzuhur di Masjid Jenderal Sudirman yang berada di Kota Bogor.

Muncul kesan nyaman dan tenang memasuki masjid tersebut. Selain nampak bangunan baru, masjid tersebut terkelola dengan sangat rapi, bersih, dan asri.

Usai menjalankan rangkaian kewajiban, saya menyapu setiap sudut masjid yang menenangkan itu, sampai akhirnya tibalah pandanganku pada sebuah jendela sisi kiri belakang yang terbuka, membuatku terpaku pada sebuah sosok Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam bentuk patung.

Pikiranku melayang ke masa sekolah, mengingat sosok pejuang dan pahlawan tangguh tersebut. Dalam kondisi sakit, ditandu, tetap memimpin perjuangan tentara melawan penjajahan Belanda.

Sekarang, adakah sosok penduduk Indoensia, yang terdidik, yang diberi kesempatan memimpin benar-benar meneladani sepak terjang beliau mempertahankan setiap jengkal tanah Indonesia? Baca lebih lanjut