Polwan Berhijab, Apanya yang Salah?


Suatu hari, sepulang dari sebuah perjalanan, teman saya mengajak mampir ke sebuah kedai bakso di bilangan Depok II Kota Depok Jawa Barat. Bakso tersebut, kata teman saya sangat bagus, selain sehat, rasanya juga sangat uenak.

Ketika saya masuk ruang makan dari kedai tersebut, pas di dinding dimana wajah saya menghadap, terpampang tulisan sangat besar, “GANTI SEMUA KATA TIDAK BISA MENJADI BISA”.

Polwan Berhijab, Mari Kita Dukung dan Wujudkan Bersama

Polwan Berhijab, Mari Kita Dukung dan Wujudkan Bersama

Rupanya spirit pemilik kedai bakso itu demikian heroik, super kreatif dan inovatif. Jadikan yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Sambil menikmati bakso, benak saya berkata, sungguh dahsyat spirit ini jika ditularkan ke seluruh rakyat, tidak terkecuali Polri hari ini.

Loh, kok, ke Polri. Ya, jelas ke Polri. Karena sekarang isu Polisi Wanita Berhijab lagi santer dibahas dan diberitakan media. Tetapi masih ada saja pihak yang melihat hijab itu sebagai sesuatu yang ‘mengganggu’.

Ada yang bilang di luar standar, ada yang bilang tidak selaras, dan tidak universal. Jadi, hijab jangan dipaksakan digunakan para Polwan. Walaupun demikian, pihak Polri tidak mau dikatakan melarang Polwan berhijab.

Sekarang, mari kita lihat argumen dari seorang anggota kompolnas berikut ini yang diwartakan oleh Republika.co.id berikut ini:

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) buka suara terkait larangan Polwan untuk mengenakan hijab. Dikatakan, aturan seragam di Polri memang belum memberikan ruang bagi penggunaan jilbab yang dianggap sebagai atribut di luar standar.

“Dengan diiringi kata maaf sebelumnya, kami minta agar jangan dibahasakan kalau Polri melarang, tidak ada yang demikian,” ucap anggota Kompolnas M Nasser kepada Republika Kamis (6/6).

Jika berhijab, katanya, maka polwan akan terlihat tidak selaras. “Pelayanan kepada masyarakat pun bisa berjalan lebih baik dengan penggunaan seragam yang selaras,” kata dia.

Jadi ada logika yang rancu ketika ada pihak menolak pengunaan hijab bagi para Polwan. Mari kita lihat, “Apa hubungannya pelayanan kepada masyarakat dengan seragam yang selaras?”

Kalau semua Polwan yang Muslim berhijab, saya rasa lebih selaras daripada tidak. Dan, itu lebih anggun serta membuat Polwan lebih berwibawa. Adapun yang non-Muslim, ya jangan disuruh berhijab dong.

Lagian, secara normatif, hijab itu adalah perintah agama, jadi pelarangan atau pun penolakan siapa pun terhadap penggunaan hijab bagi Polwan jelas tidak menghormati HAK AZASI MANUSIA (HAM).

Sekarang, mari kita berpikir jernih. Jangan dilihat hijab itu sebagai penghancur ideologi negara, atau pun pengikis nasionalisme. Yang sebenarnya merusak ideologi negara itu justru bikini dan aurat yang diumbar kemana-mana. Termasuk segala macam gaya hidup yang meniru Barat, itu jauh lebih merusak bagi nasionalisme, ketimbang hijab atau jilbab.

Sebagai bolgger saya cuman berharap dan mestinya ini sangat bisa diupayakan bahwa penggunaan hijab bagi Polwan adalah hal yang tepat alias tidak ada salahnya. Kemudian, jika hijab dianggap di luar standar, maka yang perlu kita ubah standarnya, bukan hijab yang dilarang.

Sebab, standar yang ada mungkin sudah tidak relevan dengan kesadaran zaman. Jadi, Polri saya mohon bersikap adil dan bijaksanalah. Karena hijab dari Tuhan, sedangkan standar itu dari manusia.

Jangan dilihat jilbab itu negatif. Itu baik, wong Allah Tuhan Yang Maha Tahu saja mengatakan jilbab itu baik bagi wanita. Masak iya, kita yang manusia yang sangat dhoif berani menyangkalnya.

So, terakhir kali, bagi para pembaca, saya mohon ayuk dukung gagasan Polwan berhijab. Demi kehormatan kaum wanita, demi kemaslahatan generasi bangsa. Karena bangsa yang baik, bisa dilihat dari pakaian kaum wanitanya.

Penjual bakso saja bisa mengatakan, “Ganti semua kata tidak bisa menjadi bisa”. Masak Polri tidak bisa berkata, “Jilbab boleh bagi Polisi Wanita”. Sementara manfaatnya jelas, Jilbab bisa membuat wanita lebih aman, nyaman dan sopan. From me: Imam Nawawi

One thought on “Polwan Berhijab, Apanya yang Salah?

  1. JILBAB, pelengkap pakaian wanita muslim agar tampilan lebih terlihat sopan, dipakai nyaman dan aman tentunya.
    Bagi sy, Jilbab pun juga pantas dipakai oleh POLWAN,
    Mungkin Modelnya saja yg dibuat berbeda, supaya kesan Polwan tetap terjaga/ terlihat.
    Jilbab juga dapat dimasukkan pd baju, yg terlihat dari belakang kepala yg terbungkus rapi, dan dari depan tetep Anggun dan Menawan. Moga dapat dijadikan bahan renungan bapak POLRI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s